Selamat datang di Website MAN 2 Surakarta
Penerimaan Peserta Didik Baru Program Boarding School (PUTRA dan PUTRI) MAN 2 Surakarta TA.2014/2015 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 21 May 2012 11:57

SELAYANG PANDANG

PROGRAM BOARDING SCHOOL “MAMBA’UL ‘ULUM”
MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 SURAKARTA


ASRAMA PUTRA : Lokasi Kampus 1 Jalan Slamet Riyadi 308 Surakarta (Utara Stadion Sriwedari)
ASRAMA PUTRI : Lokasi Kampus 2 Jalan Radjiman No. 2  Surakarta (Kompleks Masjid Agung Surakarta)

  • Latar Belakang

Keberadaan Madrasah Aliyah ( MA) Negeri 2 Surakarta tidak bisa dilepaskan dengan sejarah Mamba’ul ‘Ulum Surakarta. Mamba’ul ‘Ulum yang merupakan cikal bakal berdirinya MA Negeri 2 Surakarta itu dibangun  pada masa pemerintahan Paku Buwono X merupakan Pusat Pendidikan Islam (Modern) yang melahirkan para lulusan berkaliber nasional dan internasional baik sebagai ulama besar, pemimpin bangsa, intelektual dan teknokrat. Tokoh-tokoh  seperti : Kyai Ali Darokah (ulama terkenal), Munawir Sadzali (Mantan Agama RI, Prof. Dr Baiquni (Bapak Atom/Nuklir Indonesia), Prof. Dr Ravik Karsidi (Rektor UNS) pernah mengenyam pendidikan di Mamba’ul ‘Ulum/PGA Surakarta.

Rekam jejak keberadaan Mamba’ul Ulum dalam kontribusi mencetak sumber daya manusia handal yang memiliki pengaruh perubahan pada masyarakat baik pada taraf lokal dan global nampaknya mengundang penasaran para peneliti sejarah diantaranya Prof. Nishino Setsuo dari Nagoya University, Dr. Murni Ramli dari Pusat Studi Asia UNDIP, Yuki Nakata MA dari Toyo University Japan dan beberapa peneliti dari UIN Yogyakarta. Secara umum para peneliti berharap keberhasilan yang pernah dicapai oleh Mamba’ul Ulum bisa jadikan semangat pengembangan MA Negeri 2 Surakarta pada masa-masa kini dan masa akan datang.

Menyadari hal tersebut MA Negeri 2 Surakarta (alih fungsi dari PGA Negeri Surakarta) yang secara historis tidak bisa terlepas dari Mamba’ul ‘Ulum sepatutnya meneladani keberhasilan Mamba’ul ‘Ulum dengan mengusung kembali semangat, kearifan dan nilai-nilai historis lainya dalam mengembangkan pendidikan khususnya pendidikan Islam. Beberapa waktu yang lalu MA Negeri 2 Surakarta  pernah menyelenggarakan  rintisan Program Boarding School yang pelaksanannya menggunakan gedung di Kampus 2 (eks bangunan Mamba’ul ‘Ulum) yang berlokasi di Kompleks Masjid Agung Surakarta.

Dari hasil feasibility study (studi kelayakan) yang dilakukan oleh Tim Task Force Studi Kelayakan yang dibentuk oleh Kepala MA negeri 2 Surakarta melalui SWOT analysis dengan mempertimbangkan berbagai trend perubahan lokal dan global, tim merekomendasikan dibukanya program Boarding School “MAMBA’UL ‘ULUM” MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 SURAKARTA yang berlokasi di Kampus 2,  yang beralamatkan di Jalan Dr. Radjiman No. 2 Surakarta (Kompleks Masjid Agung Surakarta)

Last Updated on Thursday, 10 April 2014 05:28
Read more...
 
Andaikata PDF Print E-mail

TAUSIYAH

Ketika salah satu sahabatnya meninggal dunia Rosulullah mengantar jenazahnya sampai ke kuburan. Dan pada saat pulangnya disempatkannya singgah untuk menghibur dan menenangkan keluarga almarhum supaya tetap bersabar dan tawakal menerima musibah itu. Kemudian Rosulullah berkata:”Tidakkah almarhum mengucapkan wasiat sebelum wafatnya?” Istrinya menjawab, saya mendengar dia mengatakan sesuatu diantara dengkur nafasnya yang tersengal-sengal menjelang ajal”

“Apa yang di katakannya?”  Tanya Rosululloh. Lalu perempuan itu menjawab:“Saya tidak tahu, ya Rosulullah, apakah ucapannya itu sekedar rintihan sebelum mati, ataukah pekikan pedih karena dasyatnya sakaratul maut. Cuma, ucapannya memang sulit dipahami lantaran merupakan kalimat yang terpotong-potong.” “Bagaimana bunyinya?” desak Rosulullah.
Istri yang setia itu menjawab,”suami saya mengatakan “Andaikata lebih panjang lagi….andaikata yang masih baru….andaikata semuanya….” hanya itulah yang tertangkap sehingga kami bingung dibuatnya.

Apakah perkataan-perkataan itu igauan dalam keadaan tidak sadar, ataukah pesan-pesan yang tidak selesai?” Rosulullah tersenyum.”sungguh yang diucapkan suamimu itu tidak keliru,” ujarnya. Kisahnya begini, pada suatu hari ia sedang bergegas akan ke masjid untuk melaksanakan shalat jum’at. Ditengah jalan ia berjumpa dengan orang buta yang bertujuan sama. Si buta itu tersaruk-saruk karena tidak ada yang menuntun. Maka suamimu yang membimbingnya hingga tiba di masjid. Tatkala hendak menghembuskan nafas penghabisan, ia menyaksikan pahala amal sholehnya itu, lalu iapun berkata “andaikan lebih panjang lagi”.Maksudnya, andaikata jalan ke masjid itu lebih panjang lagi, pasti pahalanya lebih besar pula.

Ucapan lainnya ya Rosulullah?”tanya sang istri mulai tertarik. Nabi menjawab,”adapun ucapannya yang kedua dikatakannya tatkala, ia melihat hasil perbuatannya yang lain. Sebab pada hari berikutnya, waktu ia pergi ke masjid pagi-pagi, sedangkan cuaca dingin sekali, di tepi jalan ia melihat seorang lelaki tua yang tengah duduk menggigil, hampir mati kedinginan. Kebetulan suamimu membawa sebuah mantel baru, selain yang dipakainya. Maka ia mencopot mantelnya yang lama, diberikannya kepada lelaki tersebut. Dan mantelnya yang baru lalu dikenakannya. Menjelang saat-saat terakhirnya, suamimu melihat balasan amal kebajikannya itu sehingga ia pun menyesal dan berkata, “Coba andaikan yang masih baru yang kuberikan kepadanya dan bukan mantelku yang lama, pasti pahalaku jauh lebih besar lagi”.Itulah yang dikatakan suamimu selengkapnya.

Kemudian, ucapannya yang ketiga, apa maksudnya, ya Rosulullah?” tanya sang istri makin ingin tahu. Dengan sabar Nabi menjelaskan,”ingatkah kamu pada suatu ketika suamimu datang dalam keadaan sangat lapar dan meminta disediakan makanan? Engkau menghidangkan sepotong roti yang telah dicampur dengan daging. Namun, tatkala hendak dimakannya, tiba-tiba seorang musyafir mengetuk pintu dan meminta makanan. Suamimu lantas membagi rotinya menjadi dua potong, yang sebelah diberikan kepada musyafir itu. Dengan demikian, pada waktu suamimu akan nazak, ia menyaksikan betapa besarnya pahala dari amalannya itu. Karenanya, ia pun menyesal dan berkata ‘ kalau aku tahu begini hasilnya, musyafir itu tidak hanya kuberi separoh. Sebab andaikata semuanya kuberikan kepadanya, sudah pasti ganjaranku akan berlipat ganda. Memang begitulah keadilan Tuhan. Pada hakekatnya, apabila kita berbuat baik, sebetulnya kita juga yang beruntung, bukan orang lain. Lantaran segala tindak-tanduk kita tidak lepas dari penilaian Allah. Sama halnya jika kita berbuat buruk. Akibatnya juga akan menimpa kita sendiri.Karena itu Allah mengingatkan: “kalau kamu berbuat baik, sebetulnya kamu berbuat baik untuk dirimu. Danjika kamu berbuat buruk, berarti kamu telah berbuat buruk atas dirimu pula.”(surat Al Isra’:7)

Sumber : theta-Embun Tausiya

 
SEJARAH MA NEGERI 2 SURAKARTA: Melongok bekas Gedung Mahkamah Islam Tinggi Solo PDF Print E-mail

Ditulis tanggal : 07 - 12 - 2009 | 09:48:36

Melintas di jalan Slamet Riyadi Solo, tepatnya depan stadion R. Maladi Sriwedari, di sisi utara akan tampak sebuah komplek bangunan kuno. Bangunan tersebut kini dipakai sebagai gedung  Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Solo. Denah bangunan kuno seluas sekitar 4.000 meter persegi itu menyerupai huruf "U" dan bertingkat dua. Gedung tersebut digunakan untuk kegiatan belajar mengajar kelas II dan III MAN 2 Solo.
Menurut penuturan mantan Kepala Sekolah MAN 2 Solo, H Dimyati BA, bangunan kuno tersebut dulunya milik seorang saudagar dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Namun bangunan itu kemudian dibeli pemerintah melalui Departemen Agama (Depag). "Bangunan itu dulu namanya Nongtjik, milik saudagar yang saat ini bermukim di Malaysia. Tetapi saya tidak mengetahui kapan bangunan tersebut dibangun", ujarnya saat dihubungi espos, Senin (31/5) lalu perihal sejarah bangunan tersebut.
Setelah melalui proses pembelian bangunan, cerita Dimyati, kemudian dipergunakan sebagai sarana belajar Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN). Sekitar tahun 1950, komplek gedung pendidikan itu juga dipakai untuk kantor Mahkamah Islam Tinggi (MIT) yang kemudian berubah menjadi Pengadilan Tinggi Agama.
"Kantor itu membawahi wilayah Pulau Jawa, Madura dan Kalimantan. MIT menempati bangunan yang berada ditengah kompleks, berdampingan dengan kelas PGAN," tambahnya.
Dimyati menjelaskan, MIT itu merupakan sebuah lembaga setingkat Pengadilan Tinggi untuk peradilan umum. Namun setelah MIT dipindah ke Semarang, kini tidak lagi membawahi Jawa, Madura, dan Kalimantan. Demikian pula sudah terdapat Pengadilan Tinggi Agama sampai akhirnya bangunan tersebut beralih fungsi.
"Sekitar tahun 1973 MIT telah bubar, kemudian bangunan itu diserahkan kepada PGAN untuk kemudian dipakai sebagai masjid dan gedung sekolah," paparnya.
Dua PGAN.
Lebih lanjut Dimyati menjelaskan, setelah PGAN mempergunakan seluruh kompleks bangunan, PGAN juga menyelenggarakan kegiatan di dua tempat, yaitu di bangunan semula dan di Gedung Mambaul Ulum depan pasar Klewer. "untuk di Slamet Riyadi itu dari kelas I sampai IV, sedangkan untuk di Mambaul Ulum untuk kelas V dan VI," tambahnya.
Setelah mengalami perkembangan, pada tahun 1992 Depag kemudian mengubah PGAN menjadi MAN. Secara otomatis, perubahan itu juga diikuti penggunaan gedung di kompleks Mambaul Ulum.
Penjelasan senada juga disampaikan Kepala Sekolah MAN 2 Solo, Drs. H Abdul Salim MAg. Menurut Abdul Salim, gedung tersebut sudah terdaftar sebagai benda cagar budaya. "Harapannya, ada dukungan dana dari pemerintah guna pemeliharaan salah satu gedung tua di kota Solo itu." Kata Salim.
Dimyati menjelaskan, ciri khas bangunan Nongtjik yang hingga saat ini masih dipertahankan adalah struktur bangunan yang tidak mempergunakan semen untuk konstruksinya. Selain itu juga banyak ornamen kaca berwarna yang berada diseluruh bangunan. "Ornamen kaca itu juga tercetak nama Nongtjik, yang berada dibangunan tengah yang saat ini dipergunakan untuk masjid," jelas dia.
Sejauh pengalaman  kondisi fisik bangunan tersebut masih cukup terawat. Sebagian kecil tampak retak-retak, terutama pada lantai II. Kondisi masjid yang berada ditengah kompleks juga tampak megah.

 
Apa Kata Mereka PDF Print E-mail

 

"Belajar di MAN 2 Surakarta bagi saya sungguh sangat menyenangkan, saya dapat merasakan suasana kekeluargaan yang kental,hampir tidak ada jarak antara guru dan murid. Selama sekolah, baru di MAN 2 Surakarta saya bisa merasakan hal seperti itu, bahkan setelah menjadi alumni pun sifat kekeluargaanya masih terasa sampai saya kerja. Semoga rasa seperti ini dapat terus dijaga."

Umi Nurjannah, Mahasiswi Universitas Sebelas Maret Surakarta Program Studi Biologi.



 

"MAN 2 Surakarta adalah sekolah yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan umum, tapi juga memberikan ilmu pengetahuan agama. Di sana, saya tidak hanya belajar akademis, tetapi juga belajar bermasyarakat, dan bersosialisasi. Saya bertemu dengan teman-teman dan guru yang baik yang selalu memotivasi untuk menjadi lebih baik."

Muhammad Syaifun Nur Rosyad, Mahasiswa Desain Komunkasi Visual UNS Angkatan 2010


 

 

"MAN 2 Surakarta memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Di sini saya mendapatkan ilmu dan pengalaman bermasyarakat. Di MAN 2 Surakarta saya memperoleh banyak teman yang baik. Motivasi dari guru dan teman membuat saya berani melangkah ke depan, menjadi lebih baik."

Habibi Rohman Rosyad, Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan FK UGM



 

"Belajar di MAN 2 Surakarta bagi saya sungguh sangat menyenangkan, saya dapat merasakan suasana kekeluargaan yang kental,hampir tidak ada jarak antara guru dan murid. Selama sekolah, baru di MAN 2 Surakarta saya bisa merasakan hal seperti itu, bahkan setelah menjadi alumni pun sifat kekeluargaanya masih terasa sampai saya kerja. Semoga rasa seperti ini dapat terus dijaga."

Agus Riyanto, Karyawan PT. United Can Ltd, Jakarta Barat.




 

"Temen-temen waktu itu lumayan kompak dan guru-guru asek-asek. Malah beberapa ada yang supergaul abes ke muridnya. Waktu itu benar-benar diarahkan kemana baiknya setelah sekolah. Alhamdulillah sampai saat ini bisa melangkah terus untuk bisa lebih maju. Tak banyak kata lagi, bangga menjadi alumni MAN Surakarta 2."

Achmad Mundhirul Achyar, PNS di Bapedda Provinsi Lampung

 

 

"Tidak terpaksa saya katakana bahwa saya mendapat banyak hal di MAN  2  Surakarta. Saya diajari bagaimana  harus menjadi orang berpikiran maju. Saya juga belajar untuk menjadi  pemenang dalam arena kehidupan namun saya juga diajari untuk selalu bersyukur tiada henti.  Tidak terpaksa saya katakana bahwa  saya mendapat banyak hal di MAN  2  Surakarta. Terima kasih Bapak/Ibu Guru dan terima kasih almamaterku Man 2 Surakarta."

Wildan, Mahir Mutaqin, Mahasiswa Bahasa dan Sastra STAIN Surakarta 2004.
Peserta  Short  Course  English Language Institute (ELI) di Oregon State University, USA. Tahun 2009.

 
Workshop Pemberdayaan Stakeholder Menuju Madrasah Unggul dan Berkarakter PDF Print E-mail

TAWANGMANGU, man2ska.com - Salah satu agenda kegiatan Madrasah Aliyah Negeri 2 Surakarta dalam mempersiapkan tahun ajaran baru 2011/2012 adalah menyelenggarakan workshop  yang diikuti oleh segenap guru dan karyawan selama 2 hari, Sabtu-Minggu (25-26/7).  Workshop yang mengambil tema Pemberdayaan Stakeholder Menuju Madrasah Unggul dan Berkarakter itu dibuka pelaksanaannya oleh Kepala MA Negeri 2 Surakarta, Drs. H. Agus Hadi Susanto, M.SI, didampingi oleh Ketua Komite Madrasah, H. Hartono, S.Ag, Sabtu (25/7) di Cetho Room Pondoksari 2 Tawangmangu, Karanganyar. Dalam sambutannya kepala madrasah menekankan bahwa madrasah unggul dapat dicapai melalui penerapan school leadership yang efektif, pengembangan  SDM berkelanjutan termasuk membangun budaya unggul dan berkarakter,  pemanfaatan  teknologi informasi dalam pembelajaran maupun pemanfaatan IT untuk keperluan pencitraan publik lembaga.

 

 

Read more...